Kenapa Sih Manusia Lebih Menyukai Kegelapan?
- M3S
- 10 Jun
- 3 menit membaca
Yohanes 3:19-21 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."Firman di atas menjelaskan bahwa manusia lebih menyukai kegelapan sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat, dan lebih lanjut lagi dijelaskan bahwa mereka membenci terang agar perbuatan jahatnya tersebut tidak nampak. Jadi bisa kita katakan bahwa mereka lebih suka kepada kegelapan supaya perbuatan jahat mereka tetap tersembunyi. Dalam kitab Yesaya bahkan ada tertulis tentang orang yang menjadikan kegelapan sampai dengan dunia maut sebagai tempat perlindungan mereka:
Yesaya 28:15 Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,"Jadi kenapa manusia lebih suka mempertahankan perbuatan jahatnya bahkan sampai rela berlindung dalam dunia kematian? Ketika kita melihat kembali bagaimana Adam diciptakan, maka jelaslah bahwa manusia pada dasarnya dibentuk dari debu tanah yang tidak memiliki terang cahaya kehidupan tanpa dihembuskan napas oleh Tuhan. Nafas Tuhan yang membuat manusia hidup serupa dan segambar dengan Allah. Namun ketika manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir keluar dari taman Eden, satu hal mereka berjalan kembali dalam kodrat alamiah mereka, yaitu debu tanah yang nalurinya berjalan menuju kematian, kedua mereka sekarang tinggal dalam dunia yang menjadi di bawah kuasa si jahat yang juga berjalan menuju kematian kekal.
Maka tanpa Tuhan yang adalah Terang yang tidak dikuasai kegelapan, manusia akan sulit untuk berbuat baik, bahkan tidak seorang pun sanggup untuk berbuat benar, dan ketika dihadapkan dengan Terang, maka manusia akan cenderung memilih untuk bersembunyi agar perbuatan jahat mereka jangan kelihatan, contoh nyatanya seperti: menjauh dari persekutuan dengan Tuhan, melakukan kebohongan, tipu daya, dalih, dan lain sebagainya.
Roma 3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
dan
Yohanes 1:4-5 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.Sekarang bagaimana dengan kita yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat? Apakah kita akan pasrah saja terima nasib dan berkata: "ya senyumin aja bestie", atau "santai aja lagi, ngalir aja ga usah dibikin sulit" atau "yah mau gimana lagi yah?" Inikah respon anak-anak Terang yang sudah menerima karya penebusan dari Tuhan Yesus? Tahukah kita jika Tuhan Yesus sampai rela disalibkan dan menanggung dosa dengan membayar mahal melalui darah-Nya untuk kita bisa memperoleh hidup lagi?
Wake up guys, Terang telah datang ke dalam dunia agar barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak hidup dalam kegelapan lagi. Tetapi kalau sikap kita tidak mau berjuang untuk mendekat kepada Terang yaitu Tuhan sendiri dan memilih pasrah dengan keadaan maka sama saja kita menganggap remeh pengorbanan-Nya. Kita yang tidak layak ditebus karena dosa kita terlalu banyak dan seharusnya mati, tapi diberikan kesempatan lagi untuk hidup dan beroleh kehidupan kekal bersama Dia di Yerusalem baru.
Filipi 2:12-13(TB) Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.Memang kita tidak mampu berbuat benar tanpa Tuhan. Maka kerjakan bagian kita untuk terus mendekat sama Tuhan dan mengizinkan Roh Kudus-Nya bekerja mengajar, menuntun, meluruskan, menginsyafkan kita dari segala macam dosa dan pelanggaran, dan juga memampukan kita untuk berbuat benar. Ayo semangat, berjuanglah dan kejar Kekudusan. Jangan malu untuk menjadi beda dengan dunia karena kita tahu bahwa kita adalah anak-anak Terang yang bercahaya di tengah dunia yang begitu gelap.
Tuhan Yesus memberkati.



